Beberapa orang percaya bahwa teknologi kamera smartphone tidak akan pernah bisa menggantikan kamera “beneran” seperti DSLR atau kamera mirrorless. Akan tetapi akhir-akhir ini Mimin melihat banyaknya posting hasil kamera Night shot atau foto Bima Sakti di group yang sanggup menyamai kualitas foto kamera digital. Artikel ini sebenarnya adalah lanjutan pembahasan dari Teknik Fotografi Smartphone Part 1 dan Teknik Fotografi Smartphone Part 2.

SMARTPHONE ASTROPHOTOGRAPHY

Yucca and the Milky Way, White Sands National Monument,, OnePlus One, S 30s, f/2, ISO 3200

Astrophotography adalah fotografi benda-benda astronomi, peristiwa langit, dan area langit malam. Foto pertama objek astronomi (Bulan) diambil pada tahun 1840, tetapi baru pada akhir abad ke-19 kemajuan teknologi memungkinkan untuk fotografi bintang yang lebih terperinci. Dan saat ini kamera handphone sudah mampu menampilkan foto yang tidak kalah bagusnya.

Disini Mimin akan menjelaskan secara khusus mengenai Smartphone Astrofotography dan bagaimana cara mendapatkan foto Bima Sakti yang wahhh… hanya dengan bantuan kamera smartphone.

Bagian terbaik tentang kamera smartphone zaman sekarang adalah aperture yang lebar. Sebagian besar kamera smartphone akan memiliki aperture F / 1.8 yang pada dasarnya berarti bisa memasukan lebih banyak cahaya. Aperture ini cocok untuk astrofotografi karena kita perlu menangkap cahaya sebanyak mungkin dalam waktu tertentu (sebelum bintang-bintang mulai bergerak).

Persiapan Dasar

Velvet Sky, Somewhere at the Backyard, Mate 10 Pro, S 30s, f/ 1.6, ISO 1000

Pertama, Anda perlu memeriksa apakah ponsel Anda memungkinkan Anda untuk menggunakan kontrol kamera manual (Pro Mode). Jika tidak jangan khawatir, Anda biasanya dapat mengganti aplikasi kamera bawaan ponsel dengan mengunduh aplikasi kamera manual seperti:

Untuk tutorial ini Mimin menggunakan Huawei Mate 10 Pro yang memungkinkan Anda untuk menggunakan pengaturan manual di ‘Pro Mode’ dari aplikasi kamera bawaan yang luar biasa!

Jangan Lupa Tripod

Anda akan membutuhkan tripod untuk menjaga posisi kamera Anda tetap diam selama 30 detik saat mengambil foto. Dalam video di bawah ini Mimin akan menunjukkan cara membuat tripod DIY super sederhana dari gelas plastik.

Pengaturan Pro Mode

A Lonely Tree, Mountain Side, Huawei Mate 10 Pro, S 30s , f/ 1.6, ISO 1600

Anda harus menangkap cahaya sebanyak mungkin dari beberapa objek yang sangat jauh … Jadi, izinkan Mimin menjelaskan pengaturan apa yang terbaik untuk Anda.

  • ISO (2000 – 6400) : Anda perlu mengatur ISO Anda semaksimal mungkin. ISO membuat sensor kamera lebih sensitif terhadap cahaya, dengan sedikit pengorbanan noise (gangguan digital) ke foto, Tetapi ini dapat dengan mudah dihapus di Photoshop. Ponsel Anda akan memiliki batas ISO, tetapi rekomendasi Mimin pribadi adalah ISO 3200 dan tidak melebihi ISO 6400, jika tidak akan ada terlalu banyak gangguan noise.
  • Shutter Speed (20 – 30 detik) : 30 detik harusnya sudah cukup. Mimin tidak akan pilih lebih lama dari 30 detik, jika lebih maka Anda akan mulai melihat bintang-bintang bergeser di foto Anda. Pada hitungan 30 detik akan ada beberapa jejak, tetapi tidak cukup jelas untuk terlihat di layar ponsel atau komputer.
  • Manual Fokus (setel ke infinity) : Anda mencoba fokus pada objek yang begitu jauh, sehingga Anda hanya perlu mengatur fokus Anda hingga tak terbatas (sejauh kamera Anda bisa fokus). Untuk Mate 10 Pro, fokus ini dilambangkan dengan simbol matahari dan gunung kecil. (untuk penyetelan AF MF silahkan lihat Teknik Fotografi Smartphone Part 2)
  • Bukaan Lensa : Satu-satunya ponsel yang dapat menyesuaikan aperture adalah Samsung Galaxy S9 dan S10 series. Dalam hal ini, Anda ingin menggunakan F / 1.5 dan bukan F / 2.4. Ini karena semakin rendah angka ‘F’, semakin lebar bilah aperture yang terbuka. Dan Anda ingin selebar yang Anda bisa untuk membiarkan cahaya sebanyak yang Anda bisa (My Mate 10 Pro have aperture F / 1.6).

Saatnya Mengambil Foto

Daerah berwana biru cocok sebagai spot pengambilan foto Bima Sakti

Sayangnya tidak semua orang bisa pergi ke halaman belakang rumah mereka dan mengarahkan kamera mereka ke langit untuk menangkap Bima Sakti. Anda harus berada jauh dari polusi cahaya, yang bagi Mimin berjarak sekitar 6 jam berkendara ke arah Banten dari Jakarta.

Untuk memeriksa di mana polusi cahaya rendah di tempat Anda tinggal, gunakan situs web ini: https://www.lightpollutionmap.info/

Berikutnya, Anda perlu mengambil foto saat bulan:

  • Tidak terlalu terang (0 – 25% bulan)
  • Berada di sisi lain Bumi saat Anda mengambil foto. (Ya, bulan tidak selalu keluar di malam hari!)

Ini karena bulan sebenarnya sangat cerah di malam hari jika dibandingkan dengan Bima Sakti. Jadi, ketika bulan terlalu terang, sama buruknya dengan polusi cahaya untuk mengambil foto Bima Sakti.

Anda dapat memeriksa hal-hal ini dengan melihat kalender fase bulan untuk belahan bumi spesifik Anda dan memeriksa pengaturan dan kenaikan waktunya. Mimin menggunakan situs web berikut untuk memeriksa fase bulan : https://www.timeanddate.com/moon/

Bima Sakti Juga Bergerak

Milky Way over Mount Bromo by Justin Ng (Huawei P30 Pro)

Jadi untuk pengguna yang lebih mahir, saya sarankan menggunakan Sky Walk 2 yang merupakan aplikasi komputer yang memungkinkan Anda memeriksa di mana Bima Sakti berada di malam hari. Milky Way Core hanya terlihat selama bulan Maret hingga September. Mimin merekomendasikan Mei / Juni / Juli karena Milky Way Core berada di posisi terbaiknya selama bulan-bulan ini.

Sekarang Anda hanya perlu keluar dan mengambil foto! Silahkan bereksperimen semoga saran dari Mimin bisa bermanfaat (^o^)..Vm

Blog ini di sponsori oleh Bet88 Online